Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi, dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati, Bapak Ibu Kepala Sekolah, Bapak Ibu Guru, Staf Tata Usaha, dan seluruh hadirin upacara bendera yang saya banggakan.

Dan anak-anakku sekalian, para siswa-siswi kebanggaan sekolah ini, yang Bapak cintai.
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di lapangan yang cerah ini untuk melaksanakan upacara bendera, sebuah tradisi mulia yang menanamkan rasa cinta tanah air dan disiplin.
Pada momen upacara bendera 1 September 2025 yang sakral ini, Bapak Junaidi, selaku Wakil Kepala Sekolah, merasa perlu menyampaikan sebuah pesan penting dan mendalam kepada kalian semua, mengenai peran kalian sebagai pelajar, terutama terkait ajakan atau godaan untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi.
Anak-anakku sekalian,
Ingatlah, tugas utama kalian saat ini adalah belajar. Menimba ilmu, mengukir prestasi, dan menyiapkan diri untuk masa depan yang cerah adalah prioritas tertinggi kalian. Sekolahlah panggung utama kalian, buku adalah teman terbaik, dan guru adalah pembimbing setia dalam perjalanan kalian meraih cita-cita. Setiap waktu yang kalian habiskan di luar koridor pendidikan adalah investasi yang hilang, kesempatan yang terlewat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kompeten.
Bapak melihat, akhir-akhir ini, ada saja ajakan atau bahkan tekanan dari berbagai pihak untuk melibatkan siswa dalam aksi-aksi demonstrasi. Bapak tegaskan di sini, tidak ada tempat bagi siswa untuk berpartisipasi dalam demonstrasi. Alasan-alasannya sangat mendasar:
Pertama, Keamanan Diri Kalian. Aksi massa seringkali tidak terprediksi. Potensi kerusuhan, kekerasan, dan bahaya fisik sangat besar. Kalian adalah aset berharga bangsa ini, dan keselamatan kalian adalah tanggung jawab kami. Jangan sampai masa depan kalian yang cerah harus terenggut hanya karena terlibat dalam situasi yang tidak aman dan di luar kendali.
Kedua, Masa Depan dan Reputasi Kalian. Terlibat dalam aksi demonstrasi, apalagi yang berakhir anarkis, dapat berdampak serius pada catatan sekolah kalian, bahkan catatan kepolisian. Ini bisa menjadi hambatan besar dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau saat melamar pekerjaan di kemudian hari. Ingat, jejak digital dan rekam jejak sosial sangat sulit dihapus.
Ketiga, Kalian Rentan Dimanfaatkan. Usia kalian masih dalam tahap pembentukan karakter dan pemikiran kritis. Kalian belum tentu memahami betul akar permasalahan politik, ekonomi, atau sosial yang menjadi dasar sebuah demonstrasi. Ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mungkin sengaja memanfaatkan idealisme dan semangat muda kalian untuk kepentingan mereka sendiri, tanpa memikirkan konsekuensi yang harus kalian tanggung.
Keempat, Ada Jalur yang Lebih Baik dan Produktif. Apakah ini berarti kalian tidak boleh peduli pada kondisi bangsa? Tentu tidak! Kepedulian harus ditunjukkan secara cerdas dan konstruktif. Diskusi di kelas, menulis opini yang kritis dan membangun, mengikuti organisasi intra sekolah seperti OSIS, Pramuka, KSPAN, atau bahkan membuat proyek sosial yang bermanfaat, adalah cara-cara yang jauh lebih beradab dan efektif untuk menyalurkan energi idealisme kalian.
Membangun bangsa ini bukan dengan cara merusak, berteriak-teriak di jalanan, atau berkonfrontasi yang tidak produktif. Melainkan dengan belajar sungguh-sungguh, menjadi pribadi yang berkarakter, beretika, dan berintegritas. Kalian adalah calon pemimpin, inovator, dan penerus bangsa. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian, di tangan generasi terpelajar, bukan di tangan massa yang mudah terprovokasi.
Oleh karena itu, Bapak Junaidi dan seluruh jajaran sekolah percaya pada kalian. Fokuslah pada pendidikan. Fokuslah pada pengembangan diri. Jadilah agen perubahan sejati, bukan melalui teriakan di jalanan, melainkan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan budi pekerti luhur. Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah terbawa arus yang justru merugikan diri sendiri dan masa depan bangsa. Utamakan akal sehat, musyawarah, dan jalur-jalur yang legal serta edukatif.
Mari kita jaga nama baik sekolah ini, nama baik keluarga, dan yang terpenting, jaga masa depan cerah kita bersama.
Semoga pesan ini dapat kalian renungkan dan jadikan pedoman dalam setiap langkah kalian.
Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
